Liputan 6 - Rabu, September 16 Liputan6.com, Paris: Kebijakan perusahaan berdampak besar bagi kondisi kejiwaan pegawai. Sejak Februari 2008 tercatat 23 kasus bunuh diri menimpa pegawai perusahaan telekomunikasi Prancis, France Telecom. Efisiensi dan sistem peningkatan produktivitas kerja yang tak mengenal istirahat diduga sebagai penyebab.
Kasus bunuh diri terakhir dilakukan seorang karyawati yang bekerja di lantai empat, Jumat (11/9) pekan silam. Belakangan diketahui wanita berusia 32 tahun itu menderita stres berat setelah jam kerjanya ditambah. Kematian wanita yang menjadi kasus bunuh diri ke-23 itu memicu jajaran direksi France Telecom menggelar rapat mendadak dengan diikuti 20 ribu manejer dari penjuru negeri.
Rabu pekan lalu, seorang karyawan menusukkan sebilah pisau ke perutnya sendiri saat sedang menghadiri rapat. Aksi nekat ini dipicu kabar jabatannya akan diganti. Beruntung nyawanya berhasil diselamatkan. Sementara pada akhir Agustus silam, teknisi di bagian informasi dan teknologi (IT) tewas bunuh diri di rumahnya. Ia meninggalkan surat berisi kecaman terhadap perusahaan karena membuat hidupnya berantakan.
Telecom membantah berbagai kasus bunuh diri ini akibat tekanan pekerjaan. Namun swastanisasi pemerintah terhadap Telecom pada 1998 telah mengakibatkan 40 ribu karyawan kehilangan pekerjaan.(YNI/ANS/APTN)
Possibly Related Posts: