Andhara Early mengaku tidak tahu apa-apa tentang hukuman penjara dua tahun terhadap Erwin Arnada, mantan pemimpin redaksi majalah Playboy Indonesia.
“Lihat betapa jauh cerita sampai kasus aja, aku tidak tahu. Ya hanya mendengar sedikit saja, tapi aku hanya menyesal insiden itu. Saya tidak dapat berkomentar banyak cinta,” ujar Andhara ditemui di kawasan Sentul, Bogor , Jawa Barat, Sabtu (28 / 8 / 2010) malam.
Dalam hal itu terjadi pada temannya, Andhara enggan untuk menganggap adanya permainan hukum di balik vonis terhadap Erwin. “Tidak ada komentar juga jika ada mafia hukum. Saya juga ada di situ hanya sebagai pekerjaan profesional, empat tahun lalu Memang saya tidak memiliki kapasitas untuk intervensi.. Sebagai model aku dibayar, itu hanya seperti itu,” katanya.
Sebagai teman dukungan, tentu Andhara apapun yang terjadi. “Mudah-mudahan semua ini berakhir segera dan juga bisa terjawab,” harap dia.
Possibly Related Posts: